Peserta yang ikut latihan datang dari berbagai latar belakang, tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan yang terlihat antusias dan percaya diri. Mereka saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain, menunjukkan bahwa memanah adalah olahraga yang terbuka untuk siapa saja, tanpa batasan gender.
Selain melatih fokus dan ketangkasan, memanah juga membantu peserta membentuk karakter. Dalam setiap sesi latihan, para pelatih tak hanya mengajarkan teknik, tapi juga nilai-nilai seperti kesabaran, konsistensi, dan kerja sama. Tidak heran jika banyak orang tua yang mendukung penuh kegiatan ini, karena melihat langsung dampak positifnya terhadap perkembangan anak-anak mereka.
Latihan ini pun menjadi ajang berkumpul yang menyenangkan bagi peserta dan warga sekitar. Suasana yang akrab dan terbuka membuat banyak orang merasa betah, bahkan ada yang mulai tertarik untuk ikut bergabung. Dengan dukungan yang terus tumbuh, Ruhama Archery berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan menjangkau lebih banyak anak muda di wilayah Indramayu.
Melalui kegiatan sederhana seperti ini, yayasan berkomitmen untuk menghadirkan ruang-ruang positif bagi anak muda, tempat di mana mereka bisa belajar, tumbuh, dan berkembang, baik secara fisik maupun mental.
Salam Hangat, Ruhama Archery
Ahmad Ari Wijaya